Muslimin Harist Pratama

Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Andalas Angkatan 2013,berasal dari Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

HIMPUNAN MAHASISWA PELAJAR SUNGAI LUNDANG DESA BARU

Organisasi di Kenegarian Sungai Lundang Desa Baru

CONTACT PERSON

Berbagi ilmu, perngetahuan dan pengalaman suatu hal yang luar biasa

Kamis, 09 Januari 2014

Hukum Mati Koruptor Biadab !

ADA APA DENGAN BANGSA INI, KORUPSI YANG KIAN MEMBUDAYA !!!
( Hukum Mati Koruptor Biadab ! )
Oleh  : Muslimin

            Indonesia merupakan sebuah bangsa yang besar, sebuah negara yang luas terdiri dari berbagai macam ras, suku bangsa, berbagai bahasa-bahasa daerah dan juga beribu kebudayaan yang berbeda - beda. Namun tidak berlebihan jika kita katakan jumlah ras dan bahasa serta budaya tersebut tidak kalah banyaknya seperti halnya kasus korupsi di Indonesia yang kian meraja lela. Seakan tiada akan ada habisnya kasus korupsi ini, disaat lagi menangani kasus korupsi yang satu muncul lagi kasus korupsi yang baru dan juga masih banyak kasus korupsi yang masih belum terungkap.
            Sungguh ironis melihat realita yang ada, korupsi telah merasuk ke semua kalangan, baik itu pemerintah, pemda, badan legislatif, maupun pihak swasta sekalipun. Masih hangat diperbincangkan yaitu kasus korupsi yang menyeret nama Akil Mucktar yang sejatinya dia adalah ketua lembaga mahkamah konstitusi (MK) yang mana merupakan lembaga penegak hukum dinegara ini. Berkaca dari kasus ini yang menyeret nama Akil Muchtar bahwasannya lembaga negara yang berfungsi sebagai lembaga penegak hukum yang akan mengawasi dan mengadili pelanggaran – pelanggaran terkait dengan konstitusi Indonesia tidak bisa lepas dari bejatnya yang di namakan korupsi ini.
            Masyarakatpun beranggapan, lembaga penegak hukum saja telah melakukan tindak pidana korupsi terus siapa lagi yang akan mengadilinya. Belum lupa kita dalam kasus Djoko Susilo yang tersangkut kasus korupsi pengadaan alat simulator SIM di Koorlantas Polri dan masih banyak kasus korupsi yang melanda ranah hukum dinegeri ini. Seakan tidak ada habisnya korupsi ini seakan menjadi budaya bagi pejabat – pejabat disetiap institusi dinegara ini, tak bisa lepas dari korupsi yang merampas uang rakyat ini.
            Juga menjadi pertanyaan dalam benak dimasing-masing kita, apakah masih ada orang-orang yang bersih di Indonesia ini, yang akan membangun bangsa ini. Seandainya saja orang-orang yang bersih itu masih ada maka akan menjadi pengobat sakit hati rakyat yang sedang menahan perih bak seperti luka yang disirami asam, penderitaan rakyat pada saat sekarang ini ketika korupsi menjadi permainan yang menarik bagi kalangan yang tidak bertanggung jawab, namun orang-orang yang masih suci itu sangat langka ditemukan karena kuatnya virus korupsi ini.
            Apakah korupsi budaya kita, ataukah korupsi ini memang sengaja dibudayakan?
            Dari paling atas sampai yang paling bawah, dari pangkal sampai paling ujung, dari yang tua sampai paling muda sakalipun, dan juga dari pemerintah sampai pihak swasta pun telah mempraktekan yang namanya korupsi ini. Seakan seperti budaya, korupsi ini telah merasuk kekalangan siapa saja dan ada juga dipraktekan dengan cara berjemaah. Lemahnya sanksi yang diberikan kepada pelaku tindak pidana korupsi ini juga membuat para koruptor-koruptor di negeri ini seakan tidak akan pernah jera untuk melanjutkan kelakuan bejat tersebut. korupsi ini seperti dibudayakan, ketika ada usulan untuk menghukum mati para pelaku tindak pidana korupsi malah dihadang dengan dalihan pelanggaran hak asasi manusia. Sungguh ironis negeri ini, coba kita pikirkan siapa yang telah melanggar hak asasi manusia (rakyat) sebelumnya, ketika seseorang melakukan tindak pidana korupsi maka dia telah merenggut hak jutaan rakyat Indonesia, jadi pantas jika para koruptor itu dihukum mati. namun sayang ketika sanksi itu diusulkan malah dituduh melanggar HAM, tak salah kita katakan ada upaya untuk membudayakan korupsi.
            Sudah selayaknya para koruptor untuk dihukum mati demi untuk memutus rantai budaya korupsi yang samakin hari makin menjadi-jadi, tidak ada lagi alasan bahwa sanksi hukuman mati melanggar HAM. Jika tidak ingin korupsi ini terus membudaya maka hukuman mati menjadi solusi efektif untuk menghentikannya, korupsi telah merampas hak rakyat, mencuri uang rakyat, menghambat pembangunan dan lain sebagainya. Tidak sudi melihat hak jutaan rakyat Indonesia hanya dimanfaatkan oleh segelintir orang-orang yang tidak tahu diri.
            Tidak ada gunanya para koruptor itu hidup, mereka-mereka itu telah mencoba membunuh rakyat secara perlahan, merampas, menyengsarakan rakyat dan terus berlanjut hingga rakyat mati ditengah hidup yang serba berkemewahan para koruptor. Sebelum pembunuhan rakyat ini terus berlanjut lebih baik dari sekarang mereka-mereka (koruptor) itu dibunuh dan dimusnahkan terlebih dahulu. Memang untuk memusnahkan tidak pidana korupsi ini tidaklah mudah, tapi ketika hukuman mati untuk para koruptor ini diterapkan maka ini akan mencoba membuat mereka berpikir seribu kali untuk melakukan tindakan yang sangat bejat ini. Hukuman tegas dan tak pandang bulu menjadi salah satu solusi yang efektif pada saat ini, disamping upaya lain untuk menghapus dari prilaku korupsi ini.
            Seharusnya kita dapat dan harus mencontoh dari negara-negara yang telah maju yang sebelumnya juga negara yang disebut terkorup didunia, salah satunya dari negara itu adalah Republik Rakyat Cina (RRC) yang pada awalnya Cina merupakan negara yang memiliki kasus korupsi yang juga meraja lela, tapi ketika mereka berbenah mereka sadar bahwa korupsi ini tidak bisa dibiarkan, dan mereka menerapkan hukuman yang tegas bagi para pelaku koruptor yaitu hukuman mati, dan sekarang dapat kita lihat besar dan majunya Cina pada saat sekarang, setengah dari pasar dunia dikuasai oleh Cina bahkan negara kita Indonesia juga dikuasai oleh orang-orang dan barang-barang dari Cina.
            Apa kita tidak iri dengan Cina, apa kita tidak ingin maju, ketika kita dilanda oleh kasus korupsi yang tidak terkendali,  Tapi ini di kembali kepada kita, ingin memberantas korupsi atau tetap membiarkan terus seperti ini. Namun kita harus tetap optimis bahwa korupsi ini bisa diberantas, salah satunya dengan hukum yang tegas. Namun disamping itu juga kita harus menanamkan nilai-nilai, sadar akan tujuan hidup, tahu dengan hak orang lain, menghayati bahwasannya korupsi ini telah membunuh orang banyak.
            Indonesia bisa lebih baik dari ini, kita memiliki potensi untuk menjadi negara yang patut diperhitungkan dikancah dunia. Memanfaatkan sumber daya yang ada, yakin dan percaya Indonesia bisa saja menjadi negara adidaya. karena kita merupakan negara dengan sumber daya alam yang berlimpah dan sumber daya manusia yang berkualitas, selama semua itu tidak dikikis secara biadab oleh orang-orang yang tidak mempunyai harga diri Indonesia pasti akan menjadi negara yang maju.

Berbenah untuk maju, Jayalah Indonesiaku....

Ayo Memilih !

Ayo Memilih !
( Kemudi Bangsa Di Tangan Kita )
Oleh  :  Muslimin

                Perjalanan panjang bangsa ini untuk meraih suatu kesejahteraan rakyat memang kita lah yang menentukan, tergantung dari sikap kita terhadap setiap perkembangan yang terjadi pada negara ini. Sebagai warga negara yang baik yang menginginkan kemajuan bangsa memang harus terus memperhatikan setiap persoalan yang ada pada negara kita ini, melihat, memperhatikan, memahami, dan memberikan solusi untuk setiap masalah yang terjadi merupakan suatu tindakan yang harus kita tempuh.

                Untuk menjadikan bangsa Indonesia menjadi negara yang maju memang sulit untuk dilakukan, apalagi ketika melihat keadaan dalam negeri yang kurang kondusif dengan persoalan yang ada pada saat sekarang ini, namun ketika kita berbicara untuk menjadikan Indonesia menjadi negara yang maju bukan suatu hal yang mustahil terjadi ketika kita sebagai warga negara bisa menjalani peran kita masing-masing dengan baik dan maksimal.

                Situasi dalam negeri yang kurang kondusif seperti ini jangan menjadikan kita sabagai orang yang pasrah dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara, apalagi menjadikan kita orang-orang yang apatis atau tidak mau tahu dengan keadaan negara kita sekarang, tapi kita harus menyadari bahwa negara ini ibaratkan sebuah kendaraan yang butuh pengemudi yang akan menentukan kemana kendaraan itu menuju. Sama halnya sebuah negara yang membutuhkan orang-orang yang akan mengemudikannya, dan itulah kita warga negara yang akan mengemudikannya dan kitalah yang akan menentukan kemana arah bangsa ini menuju.

Ketika kita tidak mau tahu dengan perkembangan negara ini ibaratkan sebuah kendaraan tadi yang berjalan tanpa supir yang pada akhirnya akan menabrakan kendaraannya pada pohon, tiang, terjun kejurang dan berbagai macam kecelakaan lainnya. Begitu juga dengan negara, ketika kita tidak mengemudikannya maka secara tidak sadar kita telah membiarkan negara ini membawa kita pada jurang kehancuran.

Pesta demokrasi lima tahunan sudah didepan mata, tepat pada tanggal 9 april 2014 pemilihan legislatif akan dilangsungkan. Salah satu bentuk dari sikap kita yang tidak apatis akan dibuktikan dengan keikut sertaan kita dalam pemilihan legislatif, pemilihan presiden dan juga pemilihan-pemilahan lainnya. Disitu akan dibuktikan apakah kita bisa menjadi warga negara yang baik atau tidak. Ketika kita ikut serta dalam pemilihan nantinya berarti kita telah mencoba untuk menjadi warga negara yang baik, namun sebaliknya, ketika kita tidak ikut serta dalam pemilihan nantinya  maka kita telah menjadi warga negara yang gagal dalam menjalani peranannya masing-masing.

Maka dari itu jadilah warga negara yang benar-benar peduli dengan bangsa ini, ikutlah dalam pemilihan umum dan tentukan lah orang-orang yang akan menjadi wakil kita diparlemen dan pemerintahan. Orang-orang yang kita pilih merupakan hasil dari penilaian kita, maka dari itu ketika kita dihadapkan dengan beberapa pilhan calon-calon legislatif, kita harus melakukan penilaiaan secara obyektif, bukan secara subjektif. Kita harus melihat kualitasnya, dedikasinya kepada masyarakat dan negara selama ini.

Mari sama-sama kita gunakan hak suara yang kita punya sebaik-baik mungkin, jangan pernah kita menjadi orang-orang gologan putih (golput), itu sama halnya kita sendiri yang tak ingin melangkah maju, memang dengan situasi politik yang pada akhir ini membuat kita kurang peduli lagi dengan pemilu, tapi ingat lah orang-orang yang seperti itu juga terjadi kerena kesalahan kita. kenapa, karena selama ini kita mudah terpengaruh oleh sebuah janji palsu, sering kali kita memilih orang itu bukan dari kualitasnya melainkan kepiawaiannya mempengaruhi kita. Untuk itu marilah kita memilih sesuai dengan kualitasnya, maka yakinlah kualitas dari para wakil kita akan meningkat, karena dari sekian banyak calon pasti ada yang memiliki kualitas yang baik.


Ayo memilih, memilih cerdas, pilih berkualitas.....!!!

BEBAS DARI TIPU DAYA CALEG


BEBAS DARI TIPU DAYA CALEG
( SAATNYA CERDAS ! Jangan pilih caleg yang melanggar ! )
OLEH : MUSLIMIN

                Keinginan untuk membangun bangsa ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari hal yang paling mudah sampai yang paling sulit sekalipun, seperti ikut memilih dalam pemilu dan pemilukada, mengerti keberagaman, tidak melanggar hukum, memantau kebijakan pemerintahan dan parlemen, taat bayar pajak, terjun kedunia pendidikan, serius mengikuti pembelajaran bagi pelajar dan mahasiswa, menjalankan tugas dengan baik dan sesuai kewenangan bagi aparatur negara, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, ikut dalam pemerintahan dan juga parlemen, dan masih banyak cara lain yang bisa kita lakukan untuk membangun bangsa ini.
Indonesia, bangsa yang memiliki kebergaman yang didalamnya terdapat kebudayaan unik yang berbeda-beda, dan juga manusia-manusia yang memiliki pola pikir dan keinginan yang berbeda-beda pula. Keberagaman itu sepantasnya bisa kita manfaatkan untuk membangun bangsa ini, karena dengan keberagaman itu Indonesia memiliki Rakyat dengan pola pikir dan cara pandang yang berbeda pula untuk membangun bangsa ini, dalam arti kita memiliki banyak cara untuk mengatasi setiap permasalahan bangsa. Namun, dengan keberagaman itu juga terdapat keinginan yang berbeda pula, ada yang benar-benar dengan niat yang tulus untuk membangun bangsa dan ada juga yang memiliki  keinginan untuk kepentingan dirinya sendiri.
Parlemen dan pemerintahan, salah satu wadah rakyat Indonesia untuk menyalurkan keinginan untuk membangun bangsa ini, karena dalam parlemen dan pemerintah terdapat orang-orang yang akan mengatur bangsa ini supaya bangsa ini berjalan dengan baik. Dan ketika ikut dalam pemerintahan orang-orang itu memiliki tanggung jawab karena dengan adanya fungsi pemerintah itu sendiri seperti memberikan pelayanan terbaik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat disemua sektor, mengatur seluruh sektor dengan kebijakan dan undang-undang, peraturan pemerintah dan peraturan lainnya agar stabilitas negara tetap terjaga, Fungsi pembangunan, Fungsi pemberdayaan yang seharusnya membawa masyarakat keluar dari masyarakat yang dikatakan  kurang mampu, kurang pengetahuan, tertindas dan sebagainya.
Keputusan segelintir orang untuk masuk kedalam pemerintah dan parlemen untuk saat sekarang bukan lagi keinginan untuk membangun bangsa tapi lebih tepatnya untuk membangun dirinya sendiri dalam arti untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingannya sendiri, karena banyak para calon legislatif tingkat pusat dan tingkat daerah maupun calon kepala daerah yang melakukan apa saja untuk meraih suara. Melakukan pelanggaran pemilu jaga sering dilakukan, seperti halnya yang dilarang oleh KPU dalam  PERATURAN KPU NOMOR 15 TAHUN 2013 PASAL 17 AYAT 1 HURUF a:

“ Alat peraga kampanye tidak ditempatkan pada tempat ibadah, rumah sakit atau tempat-tempat pelayanan kesehatan, gedung milik pemerintah, lembaga pendidikan ( gedung dan sekolah ), jalan-jalan protokol, jalan bebas hambatan, sarana dan prasarana publik, taman dan pepohonan “

Jika kita melihat pasal dengan poin ini saja banyak para calon legislatif yang melakukan pelanggaran terhadap tata cara kampanye, yang mamasang alat peraga kampanye pada tempat-tempat yang telah dilarang.

                Sekarang tinggal kita berpikir, apakah calon-calon seperti itu yang akan kita pilih untuk menjadi wakil kita, orang-orang yang rela untuk melakukan pelanggaran demi memperoleh suara rakyat. Apapun alasan mereka (calon legislatif) untuk mengelak yang jelas sebagian besar dari  mereka telah melakukan pelanggaran dan tidak pantas untuk menjadi wakil rakyat, karena untuk mendapatkan suara rakyat saja mereka rela melanggar hukum apalagi setelah terpilih nantinya undang-undang seperti apa yang akan mereka hasilkan dengan orang-orang seperti itu, jadi tidak salah jika kualitas dan kuantitas undang-undang yang dihasilkan anggota DPR itu menurun dan juga tidak salah kalau banyak para anggota DPR yang tidak sesuai kapabilitasnya sebagai seorang wakil  rakyat.

                Namun sekarang pilihan untuk bangsa ini ada ditangan kita, kita ingin memilih orang-orang seperti itu atau kita memilih orang-orang yang mencalonkan diri namun tak begitu mempublikasikan dirinya dan memiliki niat yang tulus untuk mewakili kita. Namun Ingat, Sudah selayaknya kita tidak memilih calon-calon yang melakukan pelanggaran-pelanggaran saat kampanye dan kita juga harus memilih sesuai dengan kualitas dari para calon legislatif tersebut. Jangan mudah dipengaruhi dan dibodohi oleh janji palsu para calon legislatif itu, sudah saatnya kita cerdas memilih calon legislatif yang memiliki kualitas untuk mewakili kita.
               
                Tentukanlah pilihan kita dengan melihat latarbelakang, dedikasi selama ini terhadap masyarakat dan negara, kualiatasnya, dan kita juga patut mempertanyakan Siapa dia, Seperti apa dia, Bagaimana Latar belakangnya, Apa yang telah dia perbuat untuk kita, bersungguhkah dan tuluskan dia untuk menjadi wakil kita dan juga pantas kita tanyakan ketika dihadapkan oleh dua kepentingan apakah akan memilih kepentingan rakyat atau kepentingan partai karena kita melihat selama ini dari realita yang ada banyak Anggota DPR lebih loyal terhadap partainya ketimbang kepada rakyat yang nyatanya adalah orang yang diwakilinya, dan juga tanyakan bersedia atau tidak dia mundur ketika fungsinya tidak dapat dijalankan dengan baik.

                Mari sama-sama kita berbenah untuk memilih calon wakil kita, jangan mudah terpengaruh oleh janji-janji politik yang manis, jangan mudah dijanjikan dengan iming-iming itu segala macamnya. Dan jangan pilih orang yang telah melakukan pelanggaran kampanye sekecil apapun pelanggaran tersebut. Indonesia harus berbenah dari sekarang salah satunya dengan meningkatkan partisipasi kita sebagai pemilih, dan dingatkan jangan sampai kita tidak ikut memilih jika itu kita lakukan sama halnya dengan membiarkan bangsa ini masuk dalam zona kehancuran, bangsa ini yang mengemudikannya adalah kita rakyat indonesia, namun ketika kita lepas kemudi maka negara ini tidak tahu kemana akan mengarah, dan untuk itu dari sekian banyak para calon itu pasti ada yang terbaik, kita harus cerdas memilih yang benar-benar terbaik demi bangsa ini kedepannya.

 “KITA HARUS MEMILIH  KARENA KUALITAS BUKAN KARENA BANYAK UANGNYA DAN JUGA BUKAN KARENA BANYAK WAJAHNYA DITEPI JALAN !”