Muslimin Harist Pratama

Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Andalas Angkatan 2013,berasal dari Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

HIMPUNAN MAHASISWA PELAJAR SUNGAI LUNDANG DESA BARU

Organisasi di Kenegarian Sungai Lundang Desa Baru

CONTACT PERSON

Berbagi ilmu, perngetahuan dan pengalaman suatu hal yang luar biasa

Selasa, 07 Mei 2013

Bahan Pakan


1. Bahan Pakan Sumber Energi
     *  Bhn mkn yg mgd BETN   , PK < 20%, SK < 18% BK
     * Berasal dr : bijian, umbian dan hasil ikutan
A. Pakan sbr energi jenis butiran:
    1. Jagung (Zea mays,L):
        - Ada 2 jenis:
            *  Jagung putih/jagung lampung:  PK  
            *  Jagung kuning: sbr vitamin B, β karoten
        - Yg dipakai utk unggas : jagung kuning, PK 8-9%
        Kaya as. am. cystin dan metionin,
        -  Rendah as. am lysin dan triptophan
        Kdg ME 3300kkal/kg
        -  Mineral Ca dan P rendah
        -  Pemberian dlm ransum unggas: 20-50%
    2. Gandum/Sorghum:
        -  PK      : 8-10%, BETN :  72%, ME 3600kkal/kg
B. Pakan sbr energi sejenis umbian:
1.  Ubi Kayu (Manihot utilissima)
Kaya asam amino Lysin & triptophan
PK    = 1%,energi   (BETN): 30 %
Mgdg racun HCN 100-200mg/kg
Ubi kayu diiris tipis, dijemur, digiling: tp. Gaplek
            
    2.  Ubi jalar (Ipomoea batatas)
Untuk ternak ruminansia
Ada 3 warna: kuning,merah dan ungu
Yg merah: Kaya vit. A dan C
Kaya asam amino Lysin & triptophan
PK    = 1%,energi   (BETN): 30 %

C. Bhn pakan sbr energi hasil ikutan/
     limbah:
1.  Dedak padi (Oryza sativa)
     Kaya vit B1 (Thiamin) & Niacin
     Dedak ada 4 bgn:
          Dedak kasar: pecahan kulit gabah yg tercampur  dg pecahan beras, PK 4%, BETN 32%, SK 35%
          Dedak halus: hsl ikutan gilingan padi dikampung, masih tercampur klt gabah+selaput putih+ bhn pati, PK 9,5%, BETN 44% dan SK 16%
          Dedak lunteh: hsl ikutan gilingan pabrik, PK 15%,BETN 43%, SK 8% dan vit B1 lebih tinggi dari lainnya
          Bekatul: ddk plg halus, PK 14%, BETN 48%, SK 7,5%, dikonsumsi manusia
 2.  Dedak jagung
        - Dedak hsl penumbukan jagung
        - PK 9,8%, BETN 62% dan SK 9,8%, L 6,4%
 3.  Onggok/ ampas ubikayu
        - ampas pada pembuatan tp tapioka
        - PK  0,8-1,0%, BETN 76%, SK 12-14%




BAHAN MAKANAN TERNAK SUMBER ENERGI
DAN SUMBER PROTEIN
4.4.1 Uraian dan Contoh
4.4.1.1 Bahan Makanan Ternak Sumber Energi
Bahan makanan ternak sumber energi adalah bahan makanan yang digunakan ternak sebagai sumber utama energi atau tenaga. Energi merupakan unsur Physiological Processes, meliputi untuk hidup pokok : metabolisme basal, aktifitas, mengatur panas tubuh, untuk reproduksi dan produksi : pertumbuhan, lemak, telur, bulu, dan kerja. Bahan makanan sumber energi sebagian besar merupakan hasil pertanian baik berupa biji-bijian maupun limbah penggilingan ataupun industri pertanian.
Karakteristik umum yang dimiliki bahan makanan sumber energi adalah :
- Kandungan karbohidrat ± 80 % dari bahan kering yang terdiri dari pentosan, dekstrin, apti, gula, selulose dan hemiselulose.
- Serat kasar antara 0,5 – 20 % dan tinggi daya cernanya
- Lemak rendah sekitar 1 – 4 %
- Protein dalam endosperm hampir seluruhnya kecuali pada jagung kurang akan tritophan, metionin, dan lisin rendah.
- Mineral Ca rendah dan P tinggi sehingga dalam keadaan imbalanced.
- Vitamin : vitamin A rendah kecuali yellow corn demikian juga untuk tiamin, riboflavin, pantotenat, dan piridoksin.

A. Biji-bijian

Bahan makanan sumber energi asal biji-bijian yang biasa digunakan sebagai makanan ternak antara lain : padi (gabah, menir, beras), jagung, sorghum. Masalah dalam penggunaan bahan makanan sumber energi pada ternak ruminansia, bila digunakan dalam jumlah tinggi sebagai makanan penguat(High Concentration Rations) akan menyebabkan terjadinya digestve disturbance, oleh karena itu rasio hijauan dan konsentrat perlu mendapatkan perhatian.
Jagung
- Bahan ini “diharuskan” untuk digunakan pada ransum unggas komersial pada umumnya.
- Merupakan biji-bijian sumber energi dengan kadar protein yang rendah (lisin dan tritophan), rendah serat kasar dan mengandung energi yang tinggi; juga merupakan sumber Xantophil, provit-A, asam lemak.
- Kandungan PK 9,8%; rendahnya kualitas protein karena adanya “zein” (50% dari seluruh protein jagung) yang bersifat larut dalam alkohol.
- Penggunaan jagung dalam ransum harus ditambahkan sumber protein atau asam amino sintetik.
- Kadar lemak yang relatif tinggi menyebabkan tidak tahan disimpan lama.
- Komposisi zat makanannya dipengaruhi oleh varietas dan lingkungan penanamannya.

Shorgum
- Mempunyai komposisi kimia hampir menyerupai jagung
- Mengandung 70% BETN yang semuanya berupa pati, kadar serat kasar rendah.
- Kadar lemak rendah, Ca juga rendah, dan tidak mengandung vitamin D.
- Penggunaan shorgum dalam ransum harus ditambahkan sumber protein atau asam amino sintetik, asam amino pembatasnya adalah lisin dan diikuti treonin.
- Baik untuk semua ternak, namun kadangkala menimbulkan rasa yang kurang enak
- Jarang digunakan oleh peternak di Indonesia.

Gandum
- Dapat digunakan dalam jumlah besar untuk ternak unggas.
- Perlu dihindari dalam bentuk halaus, karena bersifat lengket sehingga akan mempengaruhi konsumsi.
- Merupakan sumber fosfor, tapi kalsiumnya rendah
- Tidak mengandung vitamin A dan D
- Kaya niasin, cukup tinggi kandungan tiamin, riboflavin rendah.

Padi
- Karena merupakan makanan pokok di Indonesia, penggunaannya untuk ternak sangat terbatas
- Gabah adalah butir padi yang belum digiling, kandungan protein lebih rendah daripada jagung serta miskin vitamin A.
- Menir, merupakan pecahan beras pada penumbukan padi. Sering digunakan pada unggas (ayam kampung).

Ubi kayu
- sumber energi yang realtif murah dan mudah didapat
- kandungan PK < 3 % dan SK rendah
- mengandung racun asam sianida/HCN (termasuk daun)
- dengan pengolahan dapat mengurangi kadar HCN

B. Hasil Sampingan atau Ikutan Pengolahan Hasil Pertanian

Bahan ini banyak dipergunakan sebagai bahan makanan sumber energi karena mudah didapat dan harganya relatif murah.
Dedak Padi
- Merupakan hasil ikutan industri penggilingan padi; di Indonesia terdapat 3 kualitas, yaitu : dedak kasar, dedak halus/lunteh, bekatul.
- Dedak kasar, dedak yang diperoleh dari hasil penumbukan atau penggilingan pertama; kualitas rendah; kandungan PK ± 6 %; SK >20 % ; lebih banyak digunakan pada ternak ruminansia dan kuda.
- Dedak halus, merupakan hasil ikutan penumbukan atau penggilingan untuk memperoleh beras asah; kandungan PK ± 11 % dengan SK ± 10%; kaya vitamin dan niasin; mudah tengik; kandungan serat kasar tergantung pada terikutnya kulit gabah; dapat digunakan untuk ternak non ruminansia.
- Bekatul, diperoleh dari penumbukan atau penggilingan terakhir; merupakan bagian endosperm; selaput dan lembaga; kandungan PK mencapai 12 % dengan serat kasar ± 5%; mudah tengik; tidak mengandung kulit gabah.


- Kualitas bervariasi, dipengaruhi banyaknya kulit gabah. Kulit gabah mengandung serat kasar dengan kadar silika 11 – 19 %, hal ini merupakan pembatas nutrisi yang menyebabkan dedak padi tidak dapat digunakan berlebihan.
- Kadar protein lebih tinggi daripada jagung, kualitas proteinnyapun lebih baik.
- Penggunaan yang terlalu tinggi akan melembekkan lemak karkas.
- Mempunyai masalah terhadap penyimpanan.
- Dapat menggantikan sebagian peran jagung.

Dedak Jagung/Empok
- Merupakan lapisan luar biji jagung, mencakup kulit dan ujung tudung dengan sedikit bagaian pati lembaganya.
- Kandungan protein tidak lebih banyak daripada jagungnya.
- Pemberian terlalu tinggi dapat menyebabkan ulkus lambung, karena kandungan kulit biji.
- Bila diberikan pada unggas, hasilnya kurang baik bila dibandingkan dengan biji jagung.

Tetes atau Molases
- merupakan hasil ikutan pabrik gula
- kandungan protein rendah (3-4 %); kandungan energi tinggi dlaam bentuk mono dan disakarida
- banyak digunakan pada ternak ruminansia
- selain sumber energi juga bermanfaat sebagai : penambah rasa, mengurangi sifat berdebu pakan, pellet binder, stimulus aktivitas mikroba, carrier NPN dan vitamin dalam suplemen betuk cairan.
- penggunaan pada ruminansia sampai 15 %, pada unggas < 10 %.
- penggunaan berlebihan dapat memunculkan sifat laksatif (penyebab mencret)
- penggunaan berlebihan juga mempersulit proses mixing.
- Kualitas tergantung mutu tebu dan proses pengolahannya


Info Peternakan - Sebelumnya sudah posting artikel tentang klasifikasi bahan pakan menurut asalnya. nah kali ini saya akan posting artikel lanjutan dari artikel sebelumnya yaitu penggolongan / klasifikasi bahan pakan menurut sumbernya.
Sumber energi
Termasuk dalam golongan ini adalah semua
bahan pakan ternak yang kandungan protein kasarnya kurang dari 20%, dengan konsentrasi serat kasar di bawah 18%. Berdasarkan jenisnya, bahan pakan sumber energi dibedakan menjadi empat kelompok, yaitu:
  • Kelompok serealia/ biji-bijian (jagung, gandum, sorgum)
  • Kelompok hasil sampingan serealia (limbah penggilingan)
  • Kelompok umbi (ketela rambat, ketela pohon dan hasil sampingannya)
  • Kelompok hijauan yang terdiri dari beberapa macam rumput (rumput gajah, rumput benggala dan rumput setaria).

Ampas tahu
- hasil ikutan pembuatan/industri tahu dengan bahan baku kedelai
- kandungan protein mencapai 30 % tapi kadar air sangat tinggi
- banyak digunakan ternak babi, saat sekarang juga dimanfaatkan oleh peternak sapi dan domba.

Bostel bir/ampas bir
- hasil ikutan industri bir
- banyak digunakan sebagai campuran pakan sapi dan babi
- kandungan protein 5,8 % (basah), 28,3 % (kering)

Minyak Makan
- Sumber energi yang baik dan sering digunakan untuk ayarn broiler, karena kebutuhan energinya yang tinggi
- Minyak kelapa mengandung energi: metabolis sebesar 8.600 Kcal/kg, lebih dari 3 kali kandungan energi metabolis jagung kuning.
- Tetapi tidak boleh menggunakan minyak makan ini sebagai andalan utarna, minyak kelapa dan minyak kelapa sawit hanya untuk pelengkap sumber energi lainnya.


Konsentrat sumber energi yaitu bahan-bahan yang mengandung protein kasar kurang dari 20 % dan mengandung serat kasar kurang dari 18%. sebagai contoh adalah bekatul, dedak, pollard, onggok, empok, molases, jagung, shorgum dan sebagainya. Konsentrat sumber protein yaitu bahan-bahan yang mengandungprotein kasar 20 % atau lebih. Contoh : bungkil kedele, bungkil kelapa , bungkil kapuk, bungkil kacang, tepung ikan dan lain-lain.
Suatu contoh pada ternak sapi yang sedang tumbuh ataupun yang sedang dalam periode penggemukan harus diberikan pakan penguat yang cukup, oleh karena itu pada sistem dry lot fattening diberikan justru sebagian besar pakan berupa pakan penguat atau konsentrat.

Sumber Energi
Termasuk dalam golongan ini adalah semua bahan pakan ternak yang kandungan protein kasarnya yang kurang dari dengan konsentrasi serat kasar di yang rendah. Berdasarkan jenisnya, bahan pakan sumber energi dibedakan menjadi empat kelompok, yaitu:
1. Kelompok biji-bijian (jagung, tepung kedelai, dedak kasar, separator, tepung jagung)
2.   Kelompok hasil sampingan serealia (ampas air tebu, minyak ikan lemuruh)
3.   Kelompok umbi (ketela rambat, ketela pohon dan hasil sampingannya)
4.   Kelompok hijauan yang terdiri dari beberapa macam rumput (rumput gajah, rumput benggala dan rumput setaria).

Pengertian Bahan Pakan Secara Umum

Bahan pakan adalah segala sesuatu yang dapat dimakan dan dapat dicerna sebagian atau seluruhnya tanpa mengganggu kesehatan ternak yang memakannya. Agar ternak peliharaan tumbuh sehat dan kuat, sangat diperlukan pemberian pakan. Pakan memiliki peranan penting bagi ternak, baik untuk pertumbuhan ternak muda maupun untuk mempertahankan hidup dan menghasilkan produk (susu, anak, daging) serta tenaga bagi ternak dewasa. Fungsi lain dari pakan adalah untuk memelihara daya tahan tubuh dan kesehatan. Agar ternak tumbuh sesuai dengan yang diharapkan, jenis pakan yang diberikan pada ternak harus bermutu baik dan dalam jumlah cukup.

Berikut ini merupakan jenis-jenis makanan ternak yang ada diantaranya:

1.      Hijauan Segar
Hijauan segar adalah semua bahan pakan yang diberikan kepada ternak dalam bentuk segar, baik yang dipotong terlebih dahulu (oleh manusia) maupun yang tidak (disengut langsung oleh ternak). Hijauan segar umumnya terdiri atas daun-daunan yang berasal dari rumput-rumputan, tanaman biji-bijian/ jenis kacang-kacangan. Rumput-rumputan merupakan hijauan segar yang sangat disukai ternak, mudah diperoleh karena memiliki kemampuan tumbuh tinggi, terutama di daerah tropis meskipun sering dipotong/disengut langsung oleh ternak sehingga menguntungkan para peternak/pengelola ternak. Hijauan banyak mengandung karbohidrat dalam bentuk gula sederhana yang sangat berperan dalam menghasilkan energi.
2.      Konsentrat (pakan penguat)
Contoh: dedak padi, jagung giling, bungkil kelapa, garam dan mineral.

Dari beberapa jenis makanan ternak diatas dapat diperoleh nutrisi dan manfaatnya bagi ternak itu sendiri.

Sumber Energi
Termasuk dalam golongan ini adalah semua bahan pakan ternak yang kandungan protein kasarnya yang kurang dari dengan konsentrasi serat kasar di yang rendah. Berdasarkan jenisnya, bahan pakan sumber energi dibedakan menjadi empat kelompok, yaitu:
1. Kelompok biji-bijian (jagung, tepung kedelai, dedak kasar, separator, tepung jagung)
2.   Kelompok hasil sampingan serealia (ampas air tebu, minyak ikan lemuruh)
3.   Kelompok umbi (ketela rambat, ketela pohon dan hasil sampingannya)
4.   Kelompok hijauan yang terdiri dari beberapa macam rumput (rumput gajah, rumput benggala dan rumput setaria).

Sumber Protein
            Golongan bahan pakan ini meliputi semua bahan pakan ternak yang mempunyai kandungan protein minimal 20% (berasal dari hewan/tanaman).
Golongan ini dibedakan menjadi 3 kelompok:
1.   Kelompok hijauan sebagai sisa hasil pertanian yang terdiri atas jenis daun-daunan sebagai hasil sampingan (daun nangka, daun pisang, daun ketela rambat, ganggang dan bungkil kedelai)
2.   Kelompok hijauan yang sengaja ditanam, misalnya lamtoro, turi kaliandra, gamal dan sentero
3.   Kelompok bahan yang dihasilkan dari hewan (tepung ikan, tepung tulang dan sebagainya).

Sumber Vitamin dan Mineral
            Hampir semua bahan pakan ternak, baik yang berasal dari tanaman maupun hewan, mengandung beberapa vitamin dan mineral dengan konsentrasi sangat bervariasi tergantung pada tingkat pemanenan, umur, pengolahan, penyimpanan, jenis dan bagian-bagiannya (biji, daun dan batang). Disamping itu beberapa perlakuan seperti pemanasan, oksidasi dan penyimpanan terhadap bahan pakan akan mempengaruhi konsentrasi kandungan vitamin dan mineralnya. misalnya Tepung batu (lime stone), kapur, UREA dan beberapa mineral lainnya.


Membran Sel




Permukaan luar setiap sel dibatasi oleh selaput halus dan elastis yang disebut membran sel. Membran ini sangat penting dalam pengaturan isi sel, karena semua bahan yang keluar atau masuk harus melalui membran ini. Hal ini berarti, membran sel mencegah masuknya zat-zat tertentu dan memudahkan masuknya zat-zat yang lain. Selain membatasi sel, membran plasma juga membatasi berbagai organel-organel dalam sel, seperti vakuola, mitokondria, dan kloroplas.
Membran plasma bersifat diferensial permeabel, mempunyai pori-pori ultramikroskopik yang dilalui zat-zat tertentu. Ukuran pori-pori ini menentukan besar maksimal molekul yang dapat melalui membran. Selain besar molekul, faktor lain yang mempengaruhi masuknya suatu zat ke dalam sel adalah muatan listrik, jumlah molekul air, dan daya larut partikel dalam air.
Membran sel terdiri atas dua lapis molekul fosfolipid (lemak yang bersenyawa dengan fosfat). Bagian ekor dengan asam lemak yang bersifat hidrofobik (nonpolar), kedua lapis molekul tersebut saling berorientasi ke dalam. Sedangkan, bagian kepala bersifat hidrofilik (polar) mengarah ke lingkungan yang berair. Selain fosfolipid terdapat juga glikolipid (lemak yang bersenyawa dengan karbohidrat) dan sterol (lemak alkohol terutama kolesterol). Sedangkan, komponen protein terletak pada membran dengan posisi yang berbeda-beda. Beberapa protein terletak periferal, sedangkan yang lain tertanam integral dalam lapis ganda fosfolipid. Beberapa protein membran adalah enzim, sedangkan yang lain adalah reseptor bagi hormon atau senyawa tertentulainnya. Komposisi lipid dan protein penyusun membran bervariasi, tergantung pada jenis dan fungsi membran itu sendiri. Namun, membran mempunyai ciri-ciri yang sama, yaitu bersifat permeable selektif terhadap molekul-molekul. Sehingga, membran sel dapat mempertahankan bentuk dan ukuran sel.
Membran sel sangat tipis dan halus, tebalnya antara 6-10 nm. Membran sel mengandung lipid, protein, dan karbohidrat. Bagian terbesar dari membrane sel adalah fosfolipif, protein, glikolippid dan kolesterol. Ada beberapa teori model membrane sel yaitu:


  •             Model Membran Lipida dua Lapis, model ini dikemukakan oleh Evert Gorter & F. Grendel (1925), menurut teori ini membrane sel merupakan lapisan lipida dua lapis berkesinambungan penuh. Dengan teori ini dapat dijelaskan bahwa zat-zat nonpolar atau yang hidrophobik akan mudah melintasi membrane sel, namun tidak dapat menjelaskan bagaimna zat-zat yang polar atau hidrophilik dapat melintasi membrane sel tersebut.
  •             Model membrane lipida mozaik, menurut Hober (1946) lapisan lipida dua lapis ini tidak berkesinambungan, namun terdapat ce;ah-celah yang membentuk pori-pori halus dengan demikian dapat melakukan zat-zat yang bersifat polar. Namun, karena pori-pori ini sangat kecil (tidak akan lebih dari 0,7 nm), maa tidak dapat menjelaskan kemungkinannya untuk dapat dilalui oleh ion-ion ataupun molekul-molekul dengan ukuran yang agak besar.
  •        Model Membran Pauci-molekuler, model ini dikemukakan oleh Danielli & Davson (1935) yang dikembangkan oleh Robertson. Menurut teori ini terdapat protei pembatas pori-pori yang menutupi lapisan luar dan lapisan dalam dari membrane lipida dua lapis yang tidak berkesinambungan penuh. Dengan adanya protein penutup ini molekul-molekul dengan ukuran agak besar (ion-ion atau glukosa) dapat keluar masuk melalui ori-pori antar protein namun tidak dapat menjelaskan bagaimana masuknya zat-zat yang nonpolar.
  •       Model Membran Mozaik Cair, model ini dikemukakan oleh Singer ( 1974). Menurut Singer lapisan lipida dua lapis ini tidak seluruhnya berkesinambungan, dan pada beberapa tempat terdapat protein yang terletak perifer maupun yang integral. Dengan model membrane sel seperti ini maka akan terjawab bagaimana mask dan keluarnya zat-zat yang polar maupun non polar. Zat-zat yang nonpolar akan mudah keluar masuk melalui lapisan lipida lapis dua, sedangkan zat-zat yang polar akan keluar-masuk melalui protein integral.

Sabtu, 30 Maret 2013

Mineral



MINERAL

A.    MINERAL
Unsur mineral merupakan salah satu komponen yang sangat diperlukan oleh makhluk hidup di samping karbohidrat, lemak, protein, dan vitamin, juga dikenal sebagai zat anorganik atau kadar abu. Sebagai contoh, bila bahan biologis dibakar, semua senyawa organik akan rusak; sebagian besar karbon berubah menjadi gas karbon dioksida (CO2), hidrogen menjadi uap air, dan nitrogen menjadi uap nitrogen (N2). Sebagian besar mineral akan tertinggal dalam bentuk abu dalam bentuk senyawa anorganik sederhana, serta akan terjadi penggabungan antarindividu atau dengan oksigen sehingga terbentuk garam anorganik
Berbagai unsur anorganik (mineral) terdapat dalam bahan biologi, tetapi tidak atau belum semua mineral tersebut terbukti esensial, sehingga ada mineral esensial dan nonesensial. Mineral esensial yaitu mineral yang sangat diperlukan dalam proses fisiologis makhluk hidup untuk membantu kerja enzim atau pembentukan organ. Mineral nonesensial adalah mineral yang perannya dalam tubuh makhluk hidup belum diketahui dan kandungannya dalam jaringan sangat kecil. Beberapa contoh mineral esensial yaitu natrium, klor, kalsium, fosfor, magnesium, dan belerang, sedadankan mineral non ensensial yaitu aluminium, boron, dan vanadium.
Ketersediaan mineral dalam tubuh dapat dipenuhi melalui konsumsi buah-buahan, sayuran, daging, susu dan lain-lain. Selain melalui konsumsi makanan alami tersebut, kebutuhan mineral juga dapat dipenuhi melalui konsumsi suplemen dalam bentuk pil atau kapsul. Selain vitamin dan antioksidan, enrichment mineral pada bahan pangan telah secara luas dilakukan. Beberapa contoh enrichment mineral yaitu penambahan iodium pada garam, penambahan kalsium pada susu, dan zat besi pada produk sereal.
B.     Fungsi Mineral
Dalam tubuh, mineral-mineral ada yang bergabung dengan zat organik, ada pula yang berbentuk ion-ion bebas. Di dalam tubuh unsur mineral secara umum memiliki fungsi pembangunan dan pengatur. Secara lebih detail fungsi mineral dapat dijabarkan sebagai berikut:
1.        Komponen penting senyawa dalam tubuh sebagai penyusun struktur tulang dan gigi (Kalsium dan Fosfor)
2.        Kofaktor/metaloenzim dalam reaksi biologis.
Mineral akan berkaitan dengan enzim tertentu dan mengaktifkan enzim yang bersangkutan, sehingga berbagai reaksi biologis dalam tubuh dapat terus berlangsung. Selain itu, mineral berkaitan dengan komponen protein dan mempengaruhi aktivitas protein yang bersangkutan, yakni peran besi sebagai bagian dari hemoglobin pada sel darah merah.
3.        Fasilitator penyerapan dan transport zat gizi.
Penyerapan dan transport beberapa zat gizi sangat bergantung pada beberapa mineral, seperti sodium yang berperan penting dalam penyerapan karbohidrat dan kalsium yang memfasilitasi penyerapan vitamin B12.
4.        Menjaga keseimbangan asam-basa tubuh.
Sebagian besar reaksi kimia di tubuh dapat berlangsung bila keasaman cairan tubuh sedikit di atas netral. Keasaman cairan tubuh sangat ditentukan oleh konsentrasi relative dari ion H+ dan OH- . Beberapa mineral memiliki tendensi untuk berikatan dengan ion lainnya.
5.        Menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Mineral dalam bentuk ion mempunyai pengaruh besar terhadap perpindahan cairan tubuh baik dari luar sel maupun inter sel ke pembuluh darah. Mekanisme ini secara keseluruhan turut serta mengontrol keseimbangan cairan di seluruh tubuh sehingga proses metabolisme dapat terus berlangsung.
6.        Penghantar impuls saraf.
Prinsip mekanisme ini adalah perpindahan ion mineral antar sel saraf di sepanjang serabut saraf. Mineral yang berperan terutama adalah Natrium dan Kalium yang bekerja menghantarkan impuls antar membran sel serta kalsium yang akan merangsang keseluruh saraf untuk mengeluarkan molekul Neuro transmitter, mengikatnya dan menghantarkan ke sel saraf lain.
7.        Regulasi kontraksi otot, yakni mineral yang terdapat di antara sel yang berperan dalam aktifitas otot.
Kontraksi otot memerlukan ion kalsium dalam jumlah cukup. Sedangkan relaksasi otot dapat berlangsung normal berkat aktivitas ion Natrium, Kalium dan Magnesium.

C.    Penggolongan mineral dalam tubuh

Berdasarkan kegunaannya dalam aktivitas kehidupan, mineral (logam) dibagi menjadi dua golongan, yaitu mineral logam esensial dan nonesensial. Mineral esensial diperlukan dalam proses fisiologis manusia, sehingga mineral golongan ini merupakan unsur nutrisi penting yang jika kekurangan dapat menyebabkan kelainan proses fisiologis atau disebut penyakit defisiensi mineral. Mineral ini biasanya terikat dengan protein, termasuk enzim untuk proses metabolisme tubuh, yaitu kalsium (Ca), fosforus (P), kalium (K), natrium (Na), klorin (Cl), sulfur (S), magnesium (Mg), besi (Fe), tembaga (Cu), seng (Zn), mangan (Mn), kobalt (Co), iodin (I), dan selenium (Se). Mineral nonesensial adalah golongan mineral yang tidak berguna, atau belum diketahui kegunaannya dalam tubuh manusia, sehingga hadirnya unsur tersebut lebih dari normal dapat menyebabkan keracunan. Mineral tersebut bahkan sangat berbahaya bagi makhluk hidup, seperti timbal (Pb), merkuri (Hg), arsenik (As), kadmium (Cd), dan aluminium (Al).
Berdasarkan banyaknya, mineral dibagi menjadi dua kelompok, yaitu mineral makro dan mineral mikro. Mineral makro diperlukan atau terdapat dalam jumlah relatif besar, meliputi Ca, P, K, Na, Cl, S, dan Mg. Mineral mikro ialah mineral yang diperlukan dalam jumlah sangat sedikit dan umumnya terdapat dalam jaringan dengan konsentrasi sangat kecil, yaitu Fe, Mo, Cu, Zn, Mn, Co, I, dan Se. Berikut tabel yang menampilkan mineral makro dan mikro dan jumlahnya dalam tubuh:                                             
D.    Mineral Makro
Mineral makro merupakan mineral yang diperlukan untuk membentuk komponen organ di dalam tubuh. Unsur-unsur mineral ini terdapat dalam tubuh dalam jumlah yang besar dan dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang besar  pula (lebih dari 100mg/hari). Yang termasuk dalam kelompok mineral makro ini antara lain: Kalsium, Fosfor, Magnesium, Natrium, Kalium, Klorida dan Sulfur.
1.             Natrium (Na) dan klorida (Cl)
Natrium (Na) dan klorida (Cl) biasanya berhubungan sangat erat baik sebagai bahan makanan maupun fungsinya dalam tubuh. Sebagian besar natrium didapat dalam plasma darah dan dalam cairan di luar sel (ekstraseluler); beberapa diantaranya terdapat dalam tulang. Jumlah natrium dalam badan manusia diperkirakan sekitar 100-110g. Natrium bergabung degan klorida membentuk NaCl seperti halnya garam dapur. Klorida banyak terdapat pada plasma darah, dalam kelenjar pencernaan lambung sebagai asam klorida (HCl). Ion klorida mengaktifkan enzim amilase dalam mulut untuk memecah pati yang dikonsumsi. Sebagai bagian terbesar dari cairan ekstraseluler, natrium dan klorida membantu mempeahankan tekanan osmotik, di samping juga membantu menjaga keseimbangan asam dan basa.
Makanan yang mengandung kurang dari 0,3% natrium akan terasa hambar sehingga tidak disenangi. Konsumsi natrium bervariasi terhadap suhu dan daerah tempat tinggal, dengan kisaran dari 2 g sampai 10 g per hari. Pengaturan konsentrasi natrium, cairan badan, dan keseimbangan natrium dilakukan melalui ginjal.
Pada orang sehat jarang sekali ditemukan kasus kekurangan natrium. Tanda pertama kekurangan natrium adalah rasa haus. Bila terjadi kekurangan natrium, maka cairan ekstraseluler berkurang, tekanan osmotik dalam cairan tubuh tubuh menurun  menyebabkan air dari cairan ekstraseluler masuk ke dalam sel, sehingga tekanan osmotik dari cairan ekstraseluler meningkat. Volume cairan, termasuk darah akan menurun, mengakibatkan penurunan tekanan darah. Pada keadaan hilangnya banyak natrium, orang akan muntah-muntah atau diare karena cairan yang ada dalam usus banyak mengandung natrium.    
Keadaan hipertensi (tekanan darah tinggi) banyak ditemukan pada masyarakat yang mengkonsumsi natrium dalam jumlah besar. Natrium yang terlalu banyak ditandai dengan pengembangan volume cairan ekstraseluler yang menyebabkan oedem. Kadar natrium dalam darah tidak dapat digunakan sebagai indikator status natrium dalam tubuh. Indikator yang baik bagi keseimbangan natrium adalah keadaan kardiovaskuler, seperti pulsa (denyut) nadi dan tekanan darah, juga pengeluaran natrium di dalam urin.
Sumber natrium adalah garam dapur, mono sodium glutamat (MSG), kecap dan makanan lain yang diawetkan dengan garam dapur. Di antara makanan yang belum diolah, sayuran dan buah mengandung paling sedikit natrium (lihat table 6.2).  Klor dalam produk pangan sering terdapat dalam bentuk garam dapur (NaCl). Keberadaan klor dalam bahan pangan sering terkait dengan keberadaan natrium

2.             Kalium
Seperti halnya natrium, kalium merupakan ion bermuatan positif, akan tetapi berbeda dengan natrium, kalium terutama terdapat di dalam sel. Perbandingan natrium dan kalium di dalam cairan intraselular adalah 1:10, sedangkan di dalam cairan ekstraseluler 28: 1. Sebanyak 95% kalium tubuh berada di dalam cairan intraseluler.
Kalium diabsorpsi dengan mudah dalam usus halus. Sebanyak 80—90% kalium yang dimakan diekskresikan melalui urin, selebihnya dikeluarkan melalui feses dan sedikit melalui keringat dan saluran lambung. Taraf kalium normal darah dipelihara oleh ginjal melalui kemampuannya menyaring, mengabsorpsi kembali dan mengeluarkan kalium di bawah pengaruh aldosteron. Kalium dikeluarkan dalam bentuk ion dengan menggantikan ion natrium melalui  mekanisme pertukaran di dalam tubula ginjal.
Bersama natrium, kalium memegang peranan dalam pemeliharaan keseimbangan cairan dan elektrolit serta keseimbangan asarn basa. Bersama kalsium, kalium berperan dalam transmisi saraf dan relaksasi otot. Di dalam sel, kalium berfungsi sebagai katalisator dalam banyak reaksi biologik, terutama dalam merabolisme energi dan sintesis glikogen dan protein. Kalium berperan dalam pertumbuhan sel. Taraf kalium dalarn otot berhubungan deagan masa otot dan simpanan glikogen, oleh karena itu bila otot berada dalam pembentukan dibutuhkan kalium dalam jumlah cukup. Tekanan darah normal mernerlukan perbandingan antara natrium dan kalium yang sesuai di dalam tubuh.
Karena merupakan bagian esensial semua sel hidup, kalium banyak terdapat dalam bahan makanan, baik tumbuh-tumbuhan maupun hewan. Kekurangan kalium jarang terjadi. Kebutuhan minimum akan kalium ditaksir sebanyak 2000 mg sehari.
Kalium terdapat di dalam semua makanan berasal dan tumbuh-tumbuhan dan hewan. Sumber utama adalah makanan mentah segar, terutama buah, sayuran, dan kacang-kacangan

3.        Kalsium
Kalsium merupakan mineral yang paling banyak terdapat di dalam tubuh, yaitu 1,5—2% dan berat badan orang dewasa atau kurang lebih sebanyak 1 kg. Dan jumlah ini, 99% berada di dalam jaringan keras, yaitu tulang dan gigi terutama dalam bentuk hidroksiapatit [(3Ca3(P04)2.Ca(OH)2]. Kalsium tulang berada dalam keadaan seimbang dengan kalsium plasma pada konsentrasi kurang lebih 2,25—2,60 mmol/I (9—10,4 mg/100 ml). Densitas tulang berbeda menurut umur, meningkat pada bagian pertama kehidupan dan menurun secara berangsur setelah dewasa. Selebihnya kalsium tersebar luas di dalam tubuh. Di dalam cairan ekstraselular dan intraselular kalsium memegang peranan penting dalam mengatur fungsi sel, seperti untuk transmisi saraf kontraksi otot, pembentukan tulang dan gigi, penggumpalan darah dan menjaga permeabiitas membran sel. Kalsium mengatur pekerjaan hormon-hormon dan faktor pertumbuhan. Kalsium dalam peranannya dalam tubuh dipengaruhi oleh komponen nutrisi yang lain yaitu vitamin D.
Dalam tubuh vitamin D berperan:
a.         Merangsang absorpsi kalsium oleh saluran cerna.
b.        Merangsang pelepasan kalsium dari tulang kedalam darah.
c.         Menunjang reabsorpsi kalsium dari dalam ginjal.
Meperhatikan pentingnya kalsium bagi tubuh maka kebutuhan kalsium ditetapkan sebagai berikut: Bayi (300-400 mg); anak-anak 500 mg; remaja 600-700 mg; dewasa 500-800 mg; dan ibu hamil menyusui kurang lebih 400 mg.
Sumber kalsium utama adalah susu dan hasil susu, seperti keju. Ikan dimakan dengan tulang, termasuk ikan kering merupakan sumber kalsium yang baik. Serealia, kacang-kacangan dan hasil kacang-kacangan, tahu dan tempe, dan sayuran hijau merupakan sumbër kalsium yang baik juga, tetapi bahan makanan ini mengandung banyak zat yang menghambat penyerapan kalsium seperti serat, fitat dan oksalat. Susu nonfat merupakan sumber terbaik kalsium. karena ketersediaan biologiknya yang tinggi. Kebutuhan kalsium akan terpenuhi bila kita makan makanan yang seimbang tiap hari.
Kekurangan kalsium pada masa pertumbuhan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan. Tulang kurang kuat, mudah bengkok dan rapuh. Semua orang dewasa, terutama sesudah usia 50 tahun, kehilangan kalsium dan tulangnya. Tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Hal mm dinamakan osteoporosis yang dapat dipercepat oleh keadaan stres sehari-sehari. Osteoporosis lebih banyak terjadi pada wanita daripada laki-laki dan lebih banyak pada orang kulit putih dibandingkan kulit berwarna.

4.        Fosfor
Fosfor (P) merupakan mineral kedua terbanyak dalam tubuh, yaitu sekitar 1%. Peranan fosfor untuk pembentukan tulang dan gigi, penyimpanan dan pengeluaran energi (perubahan ATP dengan ADP).   Angka kecukupan gizi rata-rata untuk fosfor  adalah bayi: 200-250 mg; anak-anak 250-400g, remaja dan dewasa 400-500 mg dan ibu hamil menyusui yaitu 200-300 mg. Untuk memenuhi kebutuhan harian fosfor maka perlu dikonsumsi makanan dengan kadar protein tinggi seperti daging, unggas, ikan dan telur, biji-bijian terutama bagian lembaganya dan biji-bijian utuh (pecah kulit).

5.        Magnesium
Magnesium (Mg) terdapat dalam tulang, jaringan lemak seperti otot dan hati, serta cairan ekstraseluler. Magnesium merupakan aktivator enzim peptidase dan enzim lain yang kerjanya memecah dan memindahkan gugus fosfat (fosfatase). Magnesium Sulfat /MgSO4 (garam inggris) dalam dosis besar (± 30g) sering digunakan sebagai obat pencuci perut (laxative). MgSO4 tersebut akan meningkatkan tekanan osmotik sehingga menarik air ke dalam usus kecil, akibatnya lebih mudah buang air besar. Kekurangan magnesium akan menyebabkan hypomagnesema dengan gejala denyut jantung tidak teratur, insomnia, lemah otot, kejang kaki, serta telapak kaki dan tangan gemetar.
Kecukupan magnesium rata-rata perhari ditetapkan 4.5 mg/kg berat badan . Untuk laki-laki dewasa ditetapkan 280 mg/ hari dan untuk wanita dewasa 250 mg/hari.
Sumber utama magnesium adalah sayuran hijau, serealia, biji-bijian dan kacang-kacangan. Daging, susu dan hasilnya serta coklat juga merupakan sumber magnesium yang baik.

6.        Sulfur
Sulfur (S) terdapat dalam asam amino metionin, sistein dan sistin, tiamin dan biotin. Bagian-bagian tubuh yang mengandung sulfur adalah jaringan pengikat, kulit, kuku, dan rambut. Senyawa sulfur sangat berperan dalam berbagai reaksi oksidasi reduksi, terdapat dalam berbagai koenzim, misalnya koenzim A, tiamin, biotin, dan glutation (tripeptida dari asam glutamat, sistein, dan glisin). Konsentrasi glutation sangat tinggi dalam butir darah merah, kulit, rambut, tulang rawan, kuku yang banyak mengandung jaringan ikat yang bersifat kaku.
Sulfur sebagian besar diekskresikan  melalui urin sebagai ion bebas SO42-. Sulfur juga merupakan salah satu elektrolit intraseluler yang terdapat di dalam plasma dalam konsentrasi rendah. Kecukupan sehari-hari sulfur tidak ditetapkan dan hingga sekarang belum diketahui adanya kekurangan sulfur. Kekurangan sulfur tidak akan terjadi selama konsumsi harian protein cukup.

E.     Mineral Mikro
Mineral mikro ialah mineral yang diperlukan dalam jumlah sangat sedikit dan umumnya terdapat dalam jaringan dengan konsentrasi sangat kecil. Mineral mikro termasuk dalam golongan  mineral ensensial untuk kehidupan karena peranannya dalam menunjang kesehatan dan reproduksi. Mineral mikro atau trace element karena kebutuhannya sangat kecil yaitu kurang daro 100 mg per hari. Beberapa mineral yang termasuk mineral mikro yaitu besi (Fe), tembaga (Cu), seng (Zn), Iodium (I), selenium (Se), molibden (Mo), mangan (Mn), flour (F), krom (Cr).

1.             Besi (Fe)
Besi dalam tubuh manusia sebagian terletak dalam sel-sel darah merah sebagai heme, suatu pigmen yang mengandung inti sebuah atom besi. Dalam sebuah molekul hemoglobin terdapat empat heme. Sel darah merah mempunyai masa hidup yang terbatas yaitu hanya 120 hari. Di dalam tubuh terdapat sebanyak 20.000 milyar sel darah merah. Jangka hidup tersebut memberi gambaran bahwa sel-sel darah merah dirusak dan diproduksi pada kecepatan 115 juta butir per menit. Perusakan sel darah merah terjadi di dalam limpa, dan besi yang telah lepas digunakan kembali dalam metabolisme.
Besi juga terdapat dalam sel-sel otot, khususnya dalam mioglobin. Berbeda dengan hemoglobin, mioglobin terdiri dan satu pigmen heme untuk setiap protein. Besi (Fe) yang ada dalam tubuh berasal dari tiga sumber yaitu besi yang diperoleh dari hasil perusakan sel-sel darah merah (hemolisis), besi yang diambil dari penyimpanan dalam badan, dan besi yang diserap dari saluran pencernaan. Dari ketiga sumber tersebut besi hasil hemolisis merupakan sumber utama. Pada manusia yang normal kira-kira 20-25 mg besi per hari berasal dan besi hemolisis dan hanya sekitar 1 mg berasal dan makanan. Pada saluran pencernaan besi mengalami proses reduksi dan bentuk feri (Fe+)  menjadi fero (Fe++) yang mudah diserap.
Sumber besi yang baik adalah dari makanan hewani seperti daging, ayam dan ikan. Sumber besi yang lainnya yaitu telur, serealia, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan beberapa jenis buah.
Jumlah besi yang dikeluarkan tubuh sekitar 1,0 mg per hari untuk wanita masih ditambah 0,5 mg hilang karena menstruasi. Karena jumlah besi yang diserap hanya sekitar 10%, maka konsumsi yang dianjurkan adalah 10 mg untuk orang dewasa per hari, atau 18 mg untuk wanita dengan usia 11 - 50 tahun.
Zat besi dalam tubuh berperan penting dalam berbagai reaksi biokimia, antara lain dalam memproduksi sel darah merah. Sel ini sangat diperlukan untuk mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Zat besi berperan sebagai pembawa oksigen, bukan saja oksigen pernapasan menuju jaringan, tetapi juga dalam jaringan atau dalam sel. Zat besi bukan hanya diperlukan dalam pembentukan darah, tetapi juga sebagai bagian dari beberapa enzim hemoprotein). Enzim ini memegang peran penting dalam proses oksidasi-reduksi dalam sel. Sitokrom merupakan senyawa heme protein yang bertindak sebagai agens dalam perpindahan elektron pada reaksi oksidasi-reduksi di dalam sel. Zat besi juga berfungsi dalam susunan enzim dalam proses pigmentasi. Kekurangan mengkonsumsi besi dapat menyebabkan anemia.

2.        Tembaga (Cu)
Tembaga (Cu) merupakan mineral mikro karena keberadaannya dalam tubuh sangat sedikit namun diperlukan dalam proses fisiologis. Di alam, Cu ditemukan dalam bentuk senyawa sulfida (CuS). Walaupun dibutuhkan tubuh dalam jumlah sedikit, bila kelebihan dapat mengganggu kesehatan atau mengakibatkan keracunan. Namun bila terjadi kekurangan Cu dalam darah dapat menyebabkan anemia yang merupakan gejala umum, pertumbuhan terhambat, kerusakan tulang, depigmentasi rambut dan bulu, pertumbuhan bulu abnormal, dan gangguan gastrointestinal. Dalam melakukan fungsinya dalam tubuh, tembaga berinteraksi dengan seng, molibden, belerang, dan vitamin C.

3.        Seng (Zn)
Seng (Zn) ditemukan hampir dalam seluruh jaringan hewan. Seng lebih banyak terakumulasi dalam tulang dibanding dalam hati yang merupakan organ utama penyimpan mineral mikro. Jumlah terbanyak terdapat dalam jaringan epidermal (kulit, rambut, dan bulu), dan sedikit dalam tulang, otot, darah, dan enzim. Seng merupakan komponen penting dalam enzim, seperti karbonik-anhidrase dalam sel darah merah serta karboksi peptidase dan dehidrogenase dalam hati. Sebagai kofaktor, seng dapat meningkatkan aktivitas enzim.
Seng dalam protein nabati kurang tersedia dan lebih sulit digunakan tubuh daripada seng dalam protein hewani (hati, kerang, daging dan telur). Hal tersebut mungkin disebabkan adanya asam fitrat yang mampu mengikat ion-ion logam.   Angka kecukupan seng pada bayi 3-5 mg, remaja dan orang dewasa 15 mg, ibu hamil ditambahkan 20 mg dan ibu menyusui 25 mg.
Kekurangan zink dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan, gangguan fungsi pancreas, kerusakan permukaan saluran cerna, diare, gangguan sistim syaraf, gangguan metabolisme vitamin A dan perlambatan penyembuhan luka.

4.        Iodium
Iodin (I) diperlukan tubuh untuk membentuk tiroksin, suatu hormon dalam kelenjar tiroid. Tiroksin merupakan hormone utama yang dikeluarkan oleh kelenjar tiroid. Setiap molekul tiroksin mengandung empat atom iodine. Sebagian besar iodin diserap melalui usus halus, dan sebagian kecil langsung masuk ke dalam saluran darah melalui dinding lambung. Sebagian iodin masuk ke dalam kelenjar tiroid, yang kadarnya 25 kali lebih tinggi dibanding yang ada dalam darah. Namun bila jumlah yang sedikit ini tidak terdapat dalam bahan pakan maka ternak akan kekurangan iodin. Lebih dari setengah iodin dalam tubuh terdapat pada kelenjar perisai (tiroid). Meskipun sebagian besar iodin tubuh terdapat dalam kelenjar tiroid, iodin juga ditemukan dalam kelenjar ludah, lambung, usus halus, kulit, rambut, kelenjar susu, plasenta, dan ovarium.
Makanan-makanan dari laut, ganggang laut merupakan sumber iodium penting. Ikan laut lebih banyak mengandung iodium daripada ikan air tawar. Daun dan bunga tanaman lebih banyak mengandung iodium daripada bagian umbi ataupun bagian tanaman lain. Pada umumnya biji-bijian mengandung sangat sedikit iodium.

5.        Mangan (Mn)
Mangan (Mn) merupakan kofaktor beberapa enzim penting. Sebagai contoh dalam proses sintesis kolesterol dari asetilkoA, diperlukan enzim yang mengandung mangan yaitu enzim mevalonat kinase. Dalam pencernaan protein salah satu enzim peptidase memerlukan ion mangan atau ion kobalt sebagai kofaktor.

6.        Kobalt (Co)
Kobalt (Co) merupakan bagian dari molekul vitamin B12. Bahan nabati tidak mengandung cobalt kecuali komprey. Pada makanan fermentasi seperti oncom dan tempe ditemukan vitamin B12 dalam jumlah yang relatif besar.

7.        Flour (F)
Flour (F) penting dalam pertumbuhan dan pembentukan struktur gigi agar mempunyai daya tahan yang maksimal terhadap penyakit gigi (caries). Flour terdapat dalam tanaman, ikan, dan makanan hasil ternak. Konsumsi fluorida dari bahan makanan sehari-hari diperkirakan 0,2-0,3 mg. Makanan dari laut mengandung 5-15 ppm fluorida dan teh mengandung 75-100 ppm. Makanan dapat menyerap fluorida bila dimasak pada air yang telah mengalami fluoridasi.

8.        Kromium (Cr)
Kromium (Cr) berperan dalam glucose tolerance. Glucose tolerance adalah waktu yang diperlukan oleh gula dalam darah untuk kembali pada kadar normal bila manusia yang puasa mengkonsumsi gula. Waktu tersebut secara normal sekitar 2,5 jam. Bila lebih dari waktu tersebut dianggap glucose tolerance-nya terganggu. Dengan pemberian kromium glucose tolerance nya dapat diperbaiki. Kromium banyak dikandung dalam keju, biji-bijian, peanut butter, daging dan ragi. Se (Selenium) diperkirakan dapat meningkatkan kepekaan anak terhadap kerusakan gigi.


Kamis, 28 Maret 2013

Fungsi Lemak


Fungsi lemak
Fungsi lemak umumnya yaitu sebagai sumber energi, bahan baku hormon, membantu transport vitamin yang larut lemak, sebagai bahan insulasi terhadap perubahan suhu, serta pelindung organ-organ tubuh bagian dalam.
Secara umum dapat dikatakan bahwa lemak memenuhi fungsi dasar bagi manusia, yaitu:
  1. Menjadi cadangan energi dalam bentuk sel lemak. 1 gram lemak menghasilkan 39.06 kjoule atau 9,3 kcal.
  2. Lemak mempunyai fungsi selular dan komponen struktural pada membran sel yang berkaitan dengan karbohidrat dan protein demi menjalankan aliran air, ion dan molekul lain, keluar dan masuk ke dalam sel.
  3. Menopang fungsi senyawa organik sebagai penghantar sinyal, seperti pada prostaglandin dan steroid hormon dan kelenjar empedu.
  4. Menjadi suspensi bagi vitamin A, D, E dan K yang berguna untuk proses biologis
  5. Berfungsi sebagai penahan goncangan demi melindungi organ vital dan melindungi tubuh dari suhu luar yang kurang bersahabat.
Lemak juga merupakan sarana sirkulasi energi di dalam tubuh dan komponen utama yang membentuk membran semua jenis sel.

1. Membran

Sel eukariotik disekat-sekat menjadi organel ikatan-membran yang melaksanakan fungsi biologis yang berbeda-beda. Gliserofosfolipid adalah komponen struktural utama dari membran biologis, misalnya membran plasma selular dan membran organel intraselular; di dalam sel-sel hewani membran plasma secara fisik memisahkan komponen intraselular dari lingkungan ekstraselular. Gliserofosfolipid adalah molekul amfipatik (mengandung wilayah hidrofobik dan hidrofilik) yang mengandung inti gliserol yang terkait dengan dua "ekor" turunan asam lemak oleh ikatan-ikatan ester dan ke satu gugus "kepala" oleh suatu ikatan ester fosfat. Sementara gliserofosfolipid adalah komponen utama membran biologis, komponen lipid non-gliserida lainnya seperti sfingomielin dan sterol (terutama kolesterol di dalam membran sel hewani) juga ditemukan di dalam membran biologis. Di dalam tumbuhan dan alga, galaktosildiasilgliserol, dan sulfokinovosildiasilgliserol, yang kekurangan gugus fosfat, adalah komponen penting dari membran kloroplas dan organel yang berhubungan dan merupakan lipid yang paling melimpah di dalam jaringan fotosintesis, termasuk tumbuhan tinggi, alga, dan bakteri tertentu.
Dwilapis telah ditemukan untuk memamerkan tingkat-tingkat tinggi dari keterbiasan ganda yang dapat digunakan untuk memeriksa derajat keterurutan (atau kekacauan) di dalam dwilapis menggunakan teknik seperti interferometri polarisasi ganda.

2. Cadangan energi

Triasilgliserol, tersimpan di dalam jaringan adiposa, adalah bentuk utama dari cadangan energi di tubuh hewan. Adiposit, atau sel lemak, dirancang untuk sintesis dan pemecahan sinambung dari triasilgliserol, dengan pemecahan terutama dikendalikan oleh aktivasi enzim yang peka-hormon, lipase. Oksidasi lengkap asam lemak memberikan materi yang tinggi kalori, kira-kira 9 kkal/g, dibandingkan dengan 4 kkal/g untuk pemecahan karbohidrat dan protein. Burung pehijrah yang harus terbang pada jarak jauh tanpa makan menggunakan cadangan energi triasilgliserol untuk membahanbakari perjalanan mereka.

3. Pensinyalan

Di beberapa tahun terakhir, bukti telah mengemuka menunjukkan bahwa pensinyalan lipid adalah bagian penting dari pensinyalan sel. Pensinyalan lipid dapat muncul melalui aktivasi reseptor protein G berpasangan atau reseptor nuklir, dan anggota-anggota beberapa kategori lipid yang berbeda telah dikenali sebagai molekul-molekul pensinyalan dan sistem kurir kedua. Semua ini meliputi sfingosina-1-fosfat, sfingolipid yang diturunkan dari seramida yaitu molekul kurir potensial yang terlibat di dalam pengaturan pergerakan kalsium, pertumbuhan sel, dan apoptosis; diasilgliserol (DAG) dan fosfatidilinositol fosfat (PIPs), yang terlibat di dalam aktivasi protein kinase C yang dimediasi kalsium; prostaglandin, yang merupakan satu jenis asam lemak yang diturunkan dari eikosanoid yang terlibat di dalam radang and kekebalan; hormon steroid seperti estrogen, testosteron, dan kortisol, yang memodulasi fungsi reproduksi, metabolisme, dan tekanan darah; dan oksisterol seperti 25-hidroksi-kolesterol yakni agonis reseptor X hati.

4. Fungsi lainnya

Vitamin-vitamin yang "larut di dalam lemak" (A, D, E, dan K1) – yang merupakan lipid berbasis isoprena – gizi esensial yang tersimpan di dalam jaringan lemak dan hati, dengan rentang fungsi yang berbeda-beda. Asil-karnitina terlibat di dalam pengangkutan dan metabolisme asam lemak di dalam dan di luar mitokondria, di mana mereka mengalami oksidasi beta. Poliprenol dan turunan terfosforilasi juga memainkan peran pengangkutan yang penting, di dalam kasus ini pengangkutan oligosakarida melalui membran. Fungsi gula fosfat poliprenol dan gula difosfat poliprenol di dalam reaksi glikosilasi ekstra-sitoplasmik, di dalam biosintesis polisakarida ekstraselular (misalnya, polimerisasi peptidoglikan di dalam bakteri), dan di dalam protein eukariotik N-glikosilasi. Kardiolipin adalah sub-kelas gliserofosfolipid yang mengandung empat rantai asil dan tiga gugus gliserol yang tersedia melimpah khususnya pada membran mitokondria bagian dalam. Mereka diyakini mengaktivasi enzim-enzim yang terlibat dengan fosforilasi oksidatif.

Asam lemak

Asam lemak banyak jenis,salah satunya adalah asam lemak omega 3 .
Fungsi asam lemak omega 3 ada beberapa,diantaranya adalah :
1. Mencegah Depresi
Makanan yang bergizi dapat mengurangi depresi, terlebih bila makanan tersebut mengandung asam lemak omega 3. Beberapa studi telah menunjukan bahwa orang yang secara teratur mengkonsumsi makanan kaya asam lemak omega 3 seperti ikan, akan mengurangi resiko terhadap depresi dan kecemasan.


2. Meningkatkan Kekebalan tubuh
Beberapa penelitian telah menunjukan bahwa asam lemak omega 3 dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dengan kata lain, asam lemak omega 3 melindungi tubuh dari penyakit, termasuk penyakit Alzheimer.
3. Menyehatkan Jantung
Asam lemak omega 3 dapat mengurangi resiko penyakit jantung, stroke, serangan jantung dan masalah kardiovaskular lainnya. Manfaat yang satu ini mungkin belum dapat dirasakan secara langsung tapi ini akan menjadi keuntungan jangka panjang yang akan diperoleh jantung jika kita mengkonsumsi asam lemak omega 3.
4. Mengurangi Peradangan
Jika rutin mengkonsumsi makanan yang menganding asam lemak omega 3 dapat mengurangi resiko peradangan pada tubuh, mengurangi gejala rheumatoid arthritis, nyeri sendi dan masalah lainnya yang menyangkut erthritis.
5. Mengurangi Gangguan Psikotik Pada Anak-Anak
Penelitian telah menunjukan bahwa lemak omega 3 dapat mengurangi gangguan psikotik pada anak-anak bahkan remaja.